Fauzy, Muhammad Ammar (2026) REPRESENTASI PLURALITAS SOSIAL DAN KEAGAMAAN DALAM FILM BANJOEMAS : WARISAN HIDUP KOTA LAMA – WURUNG TANPO TILAS. Other thesis, Universitas Amikom Purwokerto.
COVER.pdf
Download (859kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (431kB)
ABSTRAK.pdf
Download (541kB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (678kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (533kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (778kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (830kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (565kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (540kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Film dokumenter BANJOEMAS: Warisan Hidup Kota Lama – Wurung Tanpo Tilas memperlihatkan keberagaman sosial dan agama di daerah Kota Lama Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film tersebut mengonstruksi makna pluralitas sosial dan keagamaan, menjelaskan hubungan antara teks film dan konteks sosial budaya Banyumas dalam membentuk makna, serta mengkaji peran film sebagai agen ideologis dalam membangun wacana toleransi dan identitas multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengacu pada teori representasi budaya Stuart Hall (1997). Penelitian ini membahas cara makna keberagaman dibangun melalui gambar, cerita, dan simbol budaya yang terdapat dalam film. Data dikumpulkan dengan cara mengamati teks film, melakukan wawancara semi-terstruktur dengan empat orang informan yaitu sutradara, ketua Pokdarwis, Humas Klenteng Boen Tek Bio Banyumas, dan Takmir Masjid. Penelitian menunjukkan bahwa keberagaman dalam film bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami, tetapi dibangun secara aktif dengan memilih cerita sehari-hari yang menekankan keselarasan antaragama. Representasi itu melibatkan hubungan yang terus berubah antara teks film, konteks sosial budaya Banyumas yang beragam, dan cara audiens memahami serta mengartikulasikan isi ceritanya. Film bertindak sebagai alat penyampaian ideologi yang membantu menanamkan nilai toleransi dengan menggunakan simbol-simbol visual seperti masjid, klenteng, dan ruang kota lama, yang disusun dalam cerita yang menunjukkan kebersamaan. Meski begitu, representasi ini juga menunjukkan adanya hubungan kekuasaan tertentu dengan fokus pada narasi harmoni dan mengabaikan kemungkinan terjadinya konflik. Penelitian ini memperkaya pemahaman tentang bagaimana budaya digambarkan dalam film dokumenter lokal dan menegaskan bahwa film bisa menjadi alat pembelajaran yang efektif untuk memperkuat kesadaran akan toleransi dan keragaman di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing: R. Satria Setyanugraha, S.Sos., M.I.Kom. , dan Lingga Angling Wulung, S.I.Kom., M.I.Kom. |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: representasi, pluralitas, film dokumenter, keagamaan, Banyumas. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | UPT Perpustakaan Pusat Universitas Amikom Purwokerto |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 03:58 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 03:58 |
| URI: | https://eprints.amikompurwokerto.ac.id/id/eprint/3343 |
