Rahman, Audi (2026) KONSTRUKSI SOSIAL FENOMENA THRIFTING DI BANYUMAS DI TENGAH REGULASI PELARANGAN IMPOR BARANG BEKAS. Other thesis, Universitas Amikom Purwokerto.
COVER.pdf
Download (234kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (395kB)
ABSTRAK.pdf
Download (456kB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (646kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (553kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (494kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (534kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (471kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (536kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (645kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji konstruksi sosial fenomena Thrifting di Banyumas di tengah regulasi pelarangan impor barang bekas melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022. Adanya kesenjangan antara realitas objektif negara yang melarang impor dengan realitas intersubjektif masyarakat yang memaknai Thrifting sebagai gaya hidup positif menjadi tantangan yang membutuhkan pemahaman sosiologis mendalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam bagaimana proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi membentuk realitas sosial pada konsumen Thrift di Banyumas. Data dikumpulkan melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap delapan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thrifting di Banyumas berfungsi sebagai realitas intersubjektif yang sangat kuat, di mana makna sosial dikonstruksi secara komunal melalui media sosial dan komunitas lokal. Bagi partisipan, proses eksternalisasi mentransformasi kebutuhan fashion menjadi identitas "belanja cerdas", sementara objektivasi menormalisasi Thrifting sebagai institusi ekonomi yang mapan melalui keberadaan toko fisik dan event. Proses internalisasi juga terbukti mengintegrasikan nilai estetika dan efisiensi ekonomi ke dalam kesadaran individu, sehingga regulasi pelarangan impor dianggap tidak relevan dengan kebutuhan identitas mereka. Studi ini memberikan wawasan praktis bahwa bertahannya ekosistem Thrift bukan hanya terletak pada faktor ekonomi, tetapi pada kuatnya konstruksi nilai sosial yang mengabaikan batasan hukum. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dalam memahami realitas sosial lokal guna merancang strategi komunikasi yang lebih persuasif.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing: Prita Suci Nurcandrani, S.Sos., M.Si., M.I.Kom, dan Lingga Angling Wulung, S.I.Kom., M.I.Kom. |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Konstruksi Sosial, Thrifting , Pelarangan Impor, Instagram. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HF Commerce > HF5001 Business |
| Divisions: | Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | UPT Perpustakaan Pusat Universitas Amikom Purwokerto |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 07:48 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 07:48 |
| URI: | https://eprints.amikompurwokerto.ac.id/id/eprint/3315 |
