Putri, Bilqis Saniyyah Yusup (2026) STRATEGI REVITALISASI MEREK DAVOS DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN BRAND EQUITY. Other thesis, Universitas Amikom Purwokerto.
COVER.pdf
Download (526kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (2MB)
ABSTRAK.pdf
Download (457kB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (610kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (690kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (536kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (466kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (582kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Davos merupakan permen mint pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1931, namun menghadapi masalah berkurangnya konsumen lama sementara konsumen muda belum banyak mengenal merek ini. PT. Slamet Langgeng melakukan revitalisasi merek melalui pembukaan Davos Factory dan Museum Davos, pembaruan konten pada akun @davos.official dan @cerita.davos, serta peluncuran produk baru Davos Oxy. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi revitalisasi Davos dalam mempertahankan dan meningkatkan brand awareness, memperkuat brand association, menjaga perceived quality, serta mengelola brand loyalty pelanggan lintas generasi, menggunakan teori Brand Equity Aaker (1991). Penelitian ini memakai metode kualitatif jenis studi kasus di PT. Slamet Langgeng, Purbalingga. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada tiga informan internal perusahaan serta informan konsumen dari empat generasi (Boomer, Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha), dilengkapi observasi dan dokumentasi. Keabsahan data diperiksa dengan triangulasi teknik, sedangkan analisis data memakai model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan Davos Factory memperkuat kesadaran konsumen melalui bukti sejarah panjang merek, akun @cerita.davos lebih efektif membangun kedekatan dengan audiens dibanding @davos.official, sementara Davos Oxy membuka peluang generasi muda mempertimbangkan merek ini. Asosiasi merek diperkuat melalui nilai sejarah, kesegaran mint, warna biru, dan citra humanis. Kesan kualitas dijaga lewat keterbukaan produksi, kecepatan menanggapi keluhan, dan uji kelayakan produk yang ketat. Loyalitas konsumen tua cenderung tinggi dan konsisten, sedangkan konsumen muda masih mudah berpindah karena keterbatasan distribusi. Secara umum, strategi revitalisasi Davos berhasil mempertahankan ekuitas merek pada konsumen lama, sekaligus mulai merintis penguatan pada konsumen muda, meski belum sepenuhnya mengubah ketertarikan menjadi kebiasaan membeli aktif.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing: R. Satria Setyanugraha, S.Sos., M.I.Kom., dan Lingga Angling Wulung, S.I.Kom., M.I.Kom. |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: brand equity, Davos, komunikasi pemasaran, revitalisasi merek |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications > Branding |
| Divisions: | Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | UPT Perpustakaan Pusat Universitas Amikom Purwokerto |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 02:34 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 02:34 |
| URI: | https://eprints.amikompurwokerto.ac.id/id/eprint/3586 |
